Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pekerja

Pekerja

Pencapaian hasil dan target institusi tidak terlepas dari peran anggota
dalam institusi. Kinerja mereka dalam institusi banyak dipengaruhi beberapa hal, diantaranya adilnya distribusi dan puasnya kerja. Hal ini telah diteliti oleh Heri Prabowo, dalam publikasi ilmiahnya yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan.

Kinerja menyatakan pada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan serta kemampuan untuk mencapai hasil yang ditetapkan, kinerja dinyatakan berhasil dan sukses apabila tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Begitupun juga, kinerja diartikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan jumlah yang dicapai oleh seorang karyawan dalam kemampuan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan kepadanya. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah sebuah prioritas yang cukup penting untuk diamati, dievaluasi dan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan yang diberikan kepada individu atau kelompok pekerja, karena berkaitan dengan pencapaian kualitas, jumlah, dan hasil kerja yang diberikan oleh perusahaan dalam rangka pencapaian atau perwujudan tujuan, visi dan misi perubahan.

Kinerja dapat dipengaruhi oleh keadilan organisasional. Penelitian tentang keadilan distribusi organisaional telah banyak ditelit. Penelitian yang telah dilakukan tentang keadilan organisasi pada umumnya terfokus pada dua isu utama yaitu, tanggapan karyawan terhadap penghasilan yang diterima dan cara atau prosedur yang digunakan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Dua fokus penelitian tersebut berasal dari dua konsep keadilan yang berbeda yaitu yang berkenaan dengan isi atau apa keputusannya, yang disebut keadilan distributif dan yang berkenaan dengan proses atau bagaimana keputusan itu dibuat, yang disebut keadilan prosedural (Greenberg, 1990). Menurut Greenberg (1990) keadilan organisasi mengacu pada persepsi karyawan terhadap keadilan dalam organisasi. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa perlakuan adil berhubungan erat dengan perilaku kerja dan pencapaian kinerja yang lebih tinggi (Konovsky, Folger, & Cropanzano, 1987). Dalam konteks kompensasi, keadilan kompensasi menempati kedudukan penting bagi karyawan. Keadilan kompensasi berfungsi tidak hanya sebagai upah atas balas jasa karena karyawan telah memberikan jasa kepada perusahaan, tetapi juga untuk memotivasi karyawan serta mempertahankan agar mereka tidak keluar dari perusahaan (Suhartini, 2005). Menurut Tjahjono (2008), isu pokok keadilan kompensasi terkait erat dengan alokasi kompensasi dalam persepsi karyawan. Semakin dinilai adil maka berkonsekuensi pada produktifitas dan kinerja mereka. Dalam hal ini bukan saja keadilan distributif kompensasi, tetapi juga keadilan prosedural kompensasi. Keadilan distributif kompensasi merupakan persepsi karyawan mengenai pendistribusian imbalan dalam organisasi yang mencakup pembayaran/kompensasi dalam sebuah organisasi. Sedangkan keadilan prosedural kompensasi adalah persepsi karyawan mengenai mekanisme dan evaluasi alokasi kompensasi dalam organisasi (Tjahjono, 2008).

Dari uraian di atas, secara sederhana dapat disimpulkan yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut.

  1. Keadilan distribusi kompensasi dan kinerja karyawan. Semakin tinggi keadilan distribusi kompensasi semakin meningkatkan kinerja karyawan.
  2. Keadilan distribusi kompensasi dan kepuasan kerja. Semakin tinggi keadilan distribusi kompensasi semakin meningkatkan kepuasan kinerja karyawan.
  3. Kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Semakin tinggi meningkat kepuasan kerja semakin meningkatkan kepuasan kinerja karyawan.

Penelitian tentang pengaruh faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam telah banyak diteliti sedangkan dalam penelitian ini yang dianggap mempengaruhi adalah keadilan distribusi kompensasi dan kepuasan kerja.

Powered By NagaNews.Net